Info Link

 

Sejarah Singkat

SEJARAH RINGKAS SEKOLAH-SEKOLAH PIRNGADI

Di Jalan Pirngadi nomor 04 – 14 Surabaya kita jumpai sekolah Play Group ( PG ), Sekolah Taman Kanak-kanak ( TK ), Sekolah Dasar ( SD),  Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas ( SMA ), yang dikelola oleh lembaga penyelenggara Pendidikan Kristen di Surabaya.

Sekolah – sekolah ini merupakan pengembangan sekoloah-sekolah yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, namun pada waktu itu baru ada sekolah guru ( Christelyke kweek Schoo ) dan sekolah latihan ( Christelyke Leer Svchool )  sebagai tempat praktek calon-calon guru. Penyelenggara sekolah-sekolah tersebut adalah Yayasan Belanda.

Setelah kemerdekaan (tepatnya tanggal 13 Mei  1950) sekolah-sekolah inipun di Indonesiakan, yang ditangani secara syah oleh 4 (empat) gereja yaitu :

  1. Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat ( GBIB ) Immanuel
  2. Gereja Kristen Jawi Wetan ( GKJW ) Gubeng
  3. Gereja Kristen Indonesia ( GKI ) Emaus
  4. Huria Kristen Batak Protestan ( HKBP ) Kedondong

Ke empat gereja inilah yang mengirimkan wakil-wakilnya untuk membentuk sebuah lembaga penyelenggara pendidikan yang berszaskan Firman Tuhan sebagai tersebut dalam Perjanjian lama dan Perjanjian baru, lembaga penyelenggara pendidikan ini bernama Yayasan Badan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Pirngadi ( YBPPK Pirngadi ). Nama Pirngadi ini sebenarnya diberikan oleh masyarakat yang menyebut demikian karena lokasi sekolah terletak disisi Jalan Pirngadi. Hingga hari ini  sebutan Pirngadi identik dengan sekolah-sekolah tersebut di atas.

Dulu di kompleks Pirngadi pernah ada Sekolah Guru A Kristen, kelanjutan dari Chrisbelijke Kweek School. Maksud utama melanjutkan SGAK ini yaitu memenuhi kebutuhan guru di sekolah-sekolah Kristen,negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Perlu diketahui bahwa para siswa SGAK berasal dari seluruh pelosok Nusantara dengan kepercayaan dan budaya yang beraneka macam pula, sehingga tidak terlalu salah bila orang menyebutnya sebagai Indonesia mini.

Kemudian hari SGAK diganti namanya menjadi SPGK Kependekan dari Sekolah Pendidikan Guru Kristen. Nama SPG pun sesuai dengan Peraturan Pemerintah ( P&K ) waktu itu. Jenis sekolah ini berakhir tahun 1990 karena P.P  pula yang mengharuskan guru-guru pada SD harus memiliki gelar Sarjana atau Minimal D3. Karena itu hampir seluruh SPG  di Indonesia tutup, kecuali yang mampu meningkatkan dirinya  menjadi Fakultas Keguruan yang memproduksi S1 dan D3 tadi.

 

 

Seperti disebut dimuka tadi bahwa di kompleks Pirngadi 4-14 dijumpai beberapa jenis sekolah. Jauh sebelum SPG berakhir Yayasan sudah membuka SMP tahun 1966, yang dulu waktu singkat berkembng pesat. Atas saran orang tua siswa dan atas kesadaran sendiri. Yayasan menambah membuka SMA tahun 1978, yang juga tumbuh dan berkembang  dengan cepat menjadi salah satu sekolah favorit pagi dan sore. Pernah pula meraih beberapa piala dan piagam tingkat propinsi atau tingkat nasional.

Sekarang kita benar-benar prihatin, karena seluruh sekolah di Pirngadi mengalami penurunan jumlah peminat yang cukup drastis. Jumlah siswa mulai dari  TK sampai SMA mengalami “ Kemerosotan” tajam, terutama SMAK yang hanya tinggal beberapa kelas . Kemerosotan ini pasti akan terus berlangsung kalau kita jauh-jauh hari tidak menyusun antisipasi.Kekurangan murid di satu pihak memang dapat kita maklumi;

  1. karena berhasilnya K.B
  2. karena banyaknya sekolah sejenis yang bermunculan
  3. karena berdirinya sekolah-sekolah kejuruan yang lebih memberi peluang untuk memperoleh profesi.
  4. karena sebab-sebab yang lain.

Namun demikian sebagai keluarga besar Pirngadi kita tak dibenarkan hanya menjadi penonton pasif menyaksikan gejala ini. Sebaliknya kita harus berjuang sesuai dengan takaran dan kemampuan kita. Kalau kita masih siswa atau alumni, ayo kita berikrar membawa calon siswa satu orang satu, syukur kalau lebih. Kalau kita guru/ karyawan marilah kita bekerja memberikan yang terbaik bagi sekolah. Pembina dan karyawan dinilai bukan berapa besar yang di peroleh, melainkan berapa besar yang di persembahkan bagi orang lain. Coba simak kembali panca tugas Pembina yaitu : tugas mengajar dan mendidik, tugas manusiawi, tugas social dan tugas civies sekaligus.Panca tugas ini benar-benarakan menjadi realitas bila Pembina mewujudkan “Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa , tut wuri handayani”. Ini pula sebagai wujud rasa syukur kita kepada Tuhan, di mana SMAK Pirngadi dalam tiap akreditasi selalu memperoleh predikat disamakan / amat baik ( A ) , bersyukur sebagai Pembina yang bekerja di kebun anggur Tuhan. Sebagai penutup cobalah simak motto yang memiliki makna langgeng ini yaitu : “ Nee laudibus nec timore “ , jangan sombong bila berhasil , jangan patah kalau gagal.

                                                                            

Surabaya Januari 2009

Nara sumber : Bapak Mardi Guno

Mantan guru Senior SPG Kristen Pirngadi

 

  

Yayasan Badan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Pirngadi yang beralamat di Jalan Pirngadi No. 06 – 14, telepon 031-53471 merupakan pengembangan sekolah yang sudah ada sejak zaman Belanda.

Setelah kemerdekaan Indonesia tepatnya tanggal 13 Mei 1950 sekolah inipun di indonesiakan, yang kemudian ditangani secara syah oleh 4 (empat) gereja, yaitu :

  1. Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat ( GBIB ) Immanuel
  2. Gereja Kristen Jawi Wetan ( GKJW ) Gubeng
  3. Gereja Kristen Indonesia ( GKI ) Emaus
  4. Huria Kristen Batak Protestan ( HKBP ) Kedondong

Ke empat gereja inilah yang mengirimkan wakil-wakilnya untuk membentuk sebuah lembaga penyelenggara pendidikan yang berszaskan Firman Tuhan sebagai tersebut dalam Perjanjian lama dan Perjanjian baru, lembaga penyelenggara pendidikan ini bernama Yayasan Badan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Pirngadi ( YBPPK Pirngadi ).

 Adapun sekolah-sekolah yang dikelola oleh Yayasan Badan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Pirngadi ( YBPPK Pirngadi ), adalah :

  1. PG/TK Kristen Pirngadi
  2. SD Kristen Pirngadi
  3. SMP Kristen Pirngadi
  4. SMA Kristen Pirngadi

Pada tahun ini YBPPK Pirrngadi berulang tahun yang ke 63, usia yang sudah dewasa namun membutuhkan perhatian, bantuan dan kerja keras dari semua pihak, agar sekolah-sekolah yang ada di YBPPK Pirngadi dapat berkembang untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Pada ulang tahunnya yang ke 63 YBPPK Pirngadi akan menyelenggarakan kegiatan Jalan sehat , Bakti Sosial dan kebaktian ucapan syukur, untuk itu kiranya Bapak/Ibu berkenan mendukung kegiatan ini dengan memberikan bantuan dana kepada kami.

Terimakasih.