Info Link

 

41 Seolah terancam ditutup

41 Sekolah Terancam Ditutup-Diperiksa, Terkait kegagalan mengisi PDSS

SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya tidak main-main dalam menerapkan aturan. Sebanyak 41 lembaga sekolah yang tidak memasukan data ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) bakal ditutup.

Kenyataan ini diterima setelah Dindik melakukan pemeriksaan lembaga-lembaga yang enggan memasukan data ke PDSS. Dari pemeriksaan di kantor Dindik Jagir, sebagian sekolah telah menjalani pemeriksaan secara tertutup. Hasilnya, sekolah-sekolah tersebut adalah berlabel ‘Hidup Segan, Matipun Tak Mau’.

Artinya, sekolah ini tidak layak untuk tetap dipertahankan. Selain itu,sebagian sekolah memutuskan tidak memasukan data ke PDSS karena minat siswanya kurang, dan ada juga sekolah yang telat memasukkan data ke PDSS.Pasalnya,sosialisasi yang dilakukan diterima terlambat.“Iya...kita lagi memeriksa sekolah-sekolah yang tidak menyetorkan data ke PDSS,” kata Kepala Dindik Surabaya Ikhsan,kemarin.

Ikhsan menuturkan, dalam pemeriksaan ini, tim pemeriksa Dindik akan mencari alasan yang pasti kenapa sekolah tidak menyetorkan data ke PDSS. Selain itu,Dindik akan mencocokan apakah data yang masuk ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait jumlah sekolah di Surabaya merupakan data lama atau baru. Dari pemeriksaan itu,nantinya bisa diketahui alasan sekolah- sekolah yang enggan mendaftar.

Dari analisa sementara, bisa juga sekolah yang tidak mendaftar karena izin operasionalnya habis. Kemudian lembaga tersebut enggan untuk mendaftarkan ke PDSS. “Bisa juga karena sekolah baru dan tidak ada siswanya di kelas 3 (kelas XII),” ungkap Mantan Kepala Bappemas Kota Surabaya ini. Untuk itu, Ikhsan meminta supaya orang tua berhati-hati dalam menentukan langkah anaknya memilih sekolah.

Jangan sampai sekolah yang kualitasnya buruk dan izinnya habis dipilih. Pasalnya, imbas yang akan diterima sangat banyak. Masa depan anak bisa terbengkalai karena salah memilih sekolah. Selain melakukan pemeriksaan sekolah lanjut Ikhsan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk menuntaskan keterlambatan PDSS. Ia berharap ada solusi yang diberikan, tetapi jika tidak maka Dindik tidak bisa berbuat banyak.

“Mereka (PTN) juga memiliki aturan, tetapi kita akan koordinasikan tentang persoalan ini,”papar dia. Sementara hingga batas terakhir pemasukan data ke PDSS, Senin pukul 22.00 WIB. Dari 4.053 sekolah tingkat SMA/SMK/MA di Jatim, sebanyak 2.075 sekolah gagal menyelesaikan administrasi data siswa secara online. Mereka tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2013.

Padahal, dari tiga jalur masuk PTN yang diterapkan tahun ini, SNMPTN memunyai kuota tertinggi, yakni sebanyak 50%.“Kami masih mengidentifikasi persoalan ini,” kata Humas Panitia Pelaksana SNMPTN Kemendikbud dari ITS Ismaini Zain,kemarin.

 

SeputarIndonesia